Aksi massa berbaju hitam yang terjadi saat peringatan May Day di Jawa Barat menjadi sorotan serius Kapolda Jabar. Dalam situasi yang seharusnya menjadi momentum menyuarakan aspirasi buruh secara damai, justru muncul kelompok yang melakukan tindakan anarkis dan merusak fasilitas umum. Perilaku tersebut dinilai tidak mencerminkan semangat perjuangan pekerja, melainkan mencederai nilai demokrasi dan ketertiban yang seharusnya dijaga bersama, kutip yes77
Kapolda Jabar menegaskan bahwa aparat kepolisian tidak akan tinggal diam terhadap aksi perusakan yang merugikan masyarakat luas. Fasilitas umum yang dibangun untuk kepentingan bersama harus dijaga, bukan dijadikan sasaran pelampiasan emosi. Ia juga mengingatkan bahwa kebebasan berpendapat tetap memiliki batas, yaitu tidak melanggar hukum dan tidak merugikan orang lain. Tindakan tegas akan diambil terhadap pihak-pihak yang terbukti melakukan pelanggaran.
Di sisi lain, Kapolda juga mengapresiasi kelompok buruh yang tetap menyampaikan aspirasi secara tertib dan damai. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga kondusivitas, terutama dalam momentum penting seperti May Day. Dengan sikap saling menghormati dan bertanggung jawab, peringatan hari buruh dapat menjadi ruang dialog yang konstruktif, bukan ajang konflik yang merusak.