Polisi Udara Baharkam Polri mengirim sebuah bantuan logistik kepada korban banjir melalui udara yaitu helikopter polri dengan manuver yang lumayan sulit sehingga medan menjadi tempat pendaratan logistik yang masih tergenang dan tidak aman untuk helikopter polri melakukan lepas landas. Karena tidak ada area kosong dan seluruh area tergenang dan berubah menjadi arus deras dengan titik evakuasi yang tidak dapat dijangkau, kutip main300.
Helikopter AKBP Dian Didik Arvianto perlu mempertahankan keadaan helikopter pada titik ketinggian tertentu untuk menjadi logistik dan bisa didistribusikan tanpa harus mendarat sehingga pada posisi tersebut Sandi menceritakan bahwa pilot cukup kesulitan untuk menjaga tinggi helikopter polri dikarenakan angin yang sangat kencang.
Hembusan angin dan jarak pandang sangat terbatas sehingga memungkinkan untuk sebuah lokasi sempit yang pastinya sangat beresiko dan menjadi harapan terakhir bagi warga untuk sebuah pertolongan dengan seluruh logistik untuk didistribusikan secara maksimal yang memiliki antusias untuk menyambut logistik yang dibawakan oleh polri sehingga saudara-saudara kita dapat bertahan dari tengah banjir Aceh Tamiang.